Senin, 30 Maret 2009

4w4k pHotO gAleRy

Fc.Pucen semarang

untuk info saja Fc.pucen sudah ada sejak tahun 1979 sampai sekarang,fc pucen adalah club sepak bola asrama mahasiswa papua semarang,banyak gelar sudah juara telah diraihnya,baik di liga mahasiswa papua maupun di kompetisi sepak bola semarang,dan sebagian besar dari pemainya kini bermain untuk club-club devisi 1 psis semarang,ok,itu aja infonya












Minggu, 29 Maret 2009

mob papua lagi


ni Bukan Gereja

Kiky, seorang anak yang berusia lima tahun, bersama dengan ibu dan kakaknya pergi ke dokter gigi. Kakaknya sudah berani untuk masuk sendiri ke ruang dokter sehingga si Kiky dan ibunya menunggu di ruang tunggu.

Pada saat sedang menunggu kakaknya diperiksa, Kiky sibuk bermain dengan mainannya di ruang tunggu sampai akhirnya ia menghampiri ibunya yang ketiduran sambil berteriak, "Mami, bangun! Ini bukan gereja!"

Doa Nabas Di Gereja

Suatu hari, ada Pendeta bernama Barnabas yang panggilan akrabnya "Nabas", Suatu Ketika, Nabas Disuruh Untuk berdoa di gereja dan beginilah doanya

"Ya Tuhan, Terimakasih atas segala sesuatu yang tlah kau beri"
"Ya Tuhan, Lindungi kami"
"ya Tuhan, Dari segala sesuatu"
"Ya Tuhan, ...."
"Ya Tuhan,...."

Hingga Nabas Mengucapkan "Tuhan" 16 kali, dan kakaknya Nabas yang namanya "Michael" berbicara kepada nabas

"Hai Nabas, Bagaimana keadaan istrimu"
"Hai Nabas Mengapa kamu keliatan Sedih"
"hai Nabas, anak kamu bagaimana"
"Hai Nabas kamu hebat bisa menjadi pendeta"
"hai Nabas, Kamu nabas
"Nabas, Nabas"

Lalu Nabas Membentak michael

Nabas : "HAI MICHAEL, PUNYA SOPAN SANTUNKAH KAU???"
Michael: "Kenapa ?"
Nabas : "Kau Ucapkan Nabas Banyak Sekali !!!!"
Michael: "Kan Baru 8 kali !!!, Sedangkan kau berdoa mengucapkan nama Tuhan 16 kali untung Tuhan Bukan Kau, kalau seperti kau, mungkin Tuhan sudah Tampar kau"

Liku-liku Jalan Ke Surga

Seorang pendeta sedang berkhotbah, "Saudara-saudari, jalan ke surga itu tidak mulus, berliku-liku, sempit, dan berbatu-batu tajam."

Setelah pendeta tersebut selesai memimpin ibadah, datang seorang pemuda bertanya kepada pak pendeta tadi,

"Pak pendeta, saya heran, mengapa sejak saya kecil kakak pengasuh saya bercerita tentang jalan ke surga sama seperti yang pak pendeta khotbahkan tadi.

Yang menjadi pertanyaan saya, mengapa persembahan yang kita berikan selama ini tidak dipakai untuk memuluskan jalan ke surga?"

Jumat, 27 Maret 2009

mob3

Bagi lo semua pecinta MOB, ni ada beberapa kumpulan mob yang gw dapat dari teman gw… Oya, bukan hanya Mob dari Papua aja, tapi juga dari daerah lain..Klo ada pihak2 yg merasa tersudut, jgn tanggepin yaghh namanya juga MOB alias joke alias humor, alias cerita lucu, alias lubu (lu buat sendiri aja d), hehehe….tq buat sumber informan (Miss Marimar), n sumber lainnya…Oya, lo juga musti ketawa yaghhh…Lucu ga lucu lo mesti ketawa, hehehe…Okayy…..

Ada orang BUGIS, MANADO, BUTON n AMBON. Dong pi makan diwarung la semua su pesan makan, tinggal minum.

Pace BUGIS : kratingDAENG ya…

Pace MANADO : extraJO

Pace BUTON : LAsegar

Tinggal pace AMBON ni bingung mo pesan apa…Laki2 bilang “BETAdine satu ya”

Ada pace BATAK satu dy tanya par pace BIAK..

Pa kenapa orang BIAK marganya RUMBIAK, RUMBEWAS dan RUMBINO?

Trus pace BIAK dy bilang par pace BATAK “kenapa jadi?”

Trus pace BATAK dy jawab “ berarti orang BIAK masih keluarga dengan RUMAKOST”

Langsung pace BIAK marah, iyo terus kenapa orang BATAK marganya SITORUS, SINAGA, SIBURIN? Berarti masih keluarga dgn SIKOMO yg muka ky soa2 itu tow”

Istri seorang supir taksi di MANADO ada maraju deng dia pe laki.

Istri bilang, “Kenapa torang pe tetangga so lebe hebat dari torang?? Dorang so beli tivi, kulkas, ac deng segala macam, kong torang dang blong ada apa lai…

De pe laki jawab “Tunggu jo, ada dua kita pe proyek, so mo pica ni “

Istri ulang tanya “ Proyek apa dang itu??”

Laki2 jawab “ Klo bukan ngana pe mata yang pica, pasti ngana pe bibir yg mo pica”

Tu paitua satu so marah2, lantaran maitua tiap hari sibuk dan pulang2 lat. Kalo tanya dari mana, maitua bilang ada urusan TATABOGA, TATARIAS, TATAUSAHA, la deng tu TATATATA yang lain. Paitua bilang, “eh maitua, ngana Cuma bingo urus2 jo tu sgala macam tata. Lalu kita pe TATABEMBENG, dan TATAGANTUNG ni cuma mo ada TATALUPA, akang sampe su mo TATALIPA

INI SMS KUTUKAN

Dibaca INGUSAN

Ga dibaca MIMISAN

Ga dibalas PANUAN

Dibalas KUDISAN

Disimpan JERAWATAN

Dihapus SARIAWAN

Ketawa BISULAN

Dibanting KERASUKAN

Marah masuk KUBURAN

Yang sms SYUKURAN

Tips Tidur Sehat

Sebelum tidur, baca doa agar dilindungi Tuhan

Trus baca Undang-Undang Dasar 45 n’ Pancasila, agar dilindungi oleh Negara

Trus terakhir, minum Baygon agar dilindungi dari Nyamuk

Pace satu de dapat pukul dari supir taksi, baru taksi itu ja pu nama “Doa Bersama”,

sampe di kantor polisi pace ja lapor begini : (baca pake logat)

Bapa Politi, tadi tu ta dapat pukur dari tupir taxi…

trus polisi tanya dia, tau nama taxi kah ..?

baru pace ja bilang..adoooo pa politi ta lupa tapi klo tidak salah de pu nama “Tembayang Gabungan”

Ada pace 1 de mo katakana cinta sama perempuan 1.

Pace : ade, kk mo kasitau ko klo slma ini kk sayang skli sama ko jd ade ko mo jd kk pu pacar ka tdk? (dgn muka penuh harapan)

Ade : tp kk, sa msh skolah..

Pace : ohhh, kk pikir ade su libur (he he he)

Ada sepasang kekasih sdg pacaran. Si cowo mengelus paha cwenya dgn lembut. Trus cwe lsg bilang, Mas ingat Amsal 14. Si cwo malu dan menghentikan tindakannya. Sampai dirumah dy membuka dan membaca Amsal 14..Ternyata isinya “TERUSKAN…JALANMU SUDAH BENAR

Huahahahahahahahaha…..

Nuah nagka nuah nunian, nuah nomat nuah nambutan. Nemuana inu ena-ena nekali..Kok kamu bacanya gitu sih?? Sumbing y??? hehehehe

Tete sama de pu cucu..

Cucu ni su sarjana, jd dy pulang kampong cari ikan sama tete. Cucu de tanya “tete ko tau biologi?” tete geleng kepala “baru sosiologi?” tete geleng kepala lg. “baru antropologi?” tete geleng kepala lg, tp tete su ganas dalam hati. Sampai tengah laut tete tnya sama cucu “baru cucu ko tau pelajaran brenangologi?” cucu bilang tra tw.. Tete tny lg “baru tnggelamologi?” cucu geleng kepala lg.. Tete bilang “yo kalo ko tra tau pelajaran brenangologi, nanti ko tnggelamologi trus ko matiologi”

Kamis, 26 Maret 2009

video

Sejarah Singkat Nabire


(*Sumber : http://bps.papua.go.id/nabire/sejarahnbr.php)

“Nabire” demikian sekarang disebut, adalah suatu wilayah Pemerintahan Kabupaten yang terhampar di seputar “Leher Burung” pulau Papua. Dalam perkembangannya “Nabire” telah melampaui fase-fase : sebelum masuknya Pemerintahan Belanda, jaman Pemerintahan Belanda dan jaman Pemerintahan RI Hingga saat itu.

Paparan mengenai sejarah Pemerintahan Kabupaten Nabire ini bukanlah merupakan suatu tulisan yang sudah sempurna, sehingga masih perlu untuk dikaji dan disempurnakan bersama-sama sehingga menjadi suatu materi yang bisa dipahami dan diterima oleh semua kalangan.

Asal Usul Kota Nabire :

Sebelum mengulas sejarah singkat Kabupaten Nabire maka terlebih dahulu akan disampaikan uraian secara singkat tentang asal usul dan arti nabire dari beberapa sumber/versi. Uraian mengenai cerita asal-usul dan arti Nabire ini bukanlah untuk dipertentangkan tetapi merupakan wacana untuk dibahas secara bersama, sehingga nantinya bisa diketahui asal-usul dan arti Nabire yang sebenarnya.

Versi Suku Wate

Berdasarkan cerita dari suku wate, bahwa kata “Nabire” berasal dari kata “Nawi” pada zaman dahulu dipertimbangkan dengan kondisi alam Nabire pada saat itu yang banyak terdapat binatang jangkrik, terutama disepanjang kali Nabire. Lama kelamaan kata “Nawi” mengalami perubahan penyebutan menjadi Nawire dan akhirnya menjadi “Nabire”. Suku Wate yang terdiri dari suku yaitu Waray, Nomei, Raiki, Tawamoni dan Wali yang menggunakan satu bahasa terdiri dari enam kampung dan tiga distrik. Pada tahun 1958, Konstein Waray yang menjabat sebagai Kepala Kampung Oyehe menyerahkan tempat/lokasi kepada Pemerintah.

Versi Suku Yerisyam

Menurut versi suku Yerisyam Nabire berasal dari kata “Navirei” yang artinya daerah ketinggalan atau daerah yang ditinggalkan. Penyebutan Navirei muncul sebagai nama suatu tempat pada saat diadakan pesta pendamaian ganti daerah antara suku Hegure dan Yerisyam. Pengucapan Navirei kemudian berubah menjadi Nabire yang secara resmi dipakai untuk membei nama daerah ini oleh Bupati pertama yaitu Bapak A.K.B.P. Drs. Surojotanojo, SH (Alm). Versi lain suku ini bahwa Nabire berasal dari Na Wyere yang artinya daerah kehilangan. Pengertian ini berkaitan dengan terjadinya wabah penyakit yang menyerang penduduk setempat, sehingga banyak yang meninggalkan Nabire kembali ke kampungnya dan Nabire menjadi sepi lambat laun penyebutan Na Wyere menjadi Nabire.

Versi Suku Hegure

Versi dari suku ini bahwa Nabire berasal dari Inambre yang artinya pesisir pantai yang ditumbuhi oleh tanaman jenis palem-palem seperti pohon sapu ijuk, pohon enau hutan, pohon nibun dan jenis pohon lainnya. Akibat adanya hubungan/komunikasi dengan suku-suku pendatang, lama kelamaan penyebutan Inambre berubah menjadi Nabire.

Dalam Hubungannya dengan Penyelenggaraan Pemerintahan

Nabire dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan saat ini merupakan kependekan dari kata-kata N-nyaman, A-Aman, B-bersih, I-indah, R-ramah, E-elok yang mengandung makna bahwa ”Nabire” (nyaman, aman, bersih, indah, ramah dan elok) tersebut merupakan suatu kondisi yang diharapkan dan membutuhkan keterlibatan semua lapisan masyarakat untuk mewujudkannya.

Jaman sebelum Pemerintahan Belanda

Hingga saat ini, karena keterbatasan sumber data/informasi maka apa dan bagaimana penyelenggaraan pemerintahan pada fase ini belum bisa diuraikan.

Wilayah Tanah Papua sudah sejak tahun 1828 dianggap sebagai bagian dari wilayah/tanah jajahan Belanda di kepulauan Indonesia, namun kekuasaan Pemerintahan Belanda baru sungguh terwujud di Papua ini pada tahun 1898 ketika Tweede Kamer (Parlemen Belanda) mensahkan Anggaran Belanja sebesar F. 15.000 (Gulden), untuk mendirikan pemerintahan di daerah jajahannya.
Papua pada waktu itu Irian Barat dibagi dua bagian masing-masing dikuasai oleh Kontrolir Belanda, bagian utara dinamakan Afdeling Noord Nieuw Guinea berkedudukan di Manokwari dan menguasai daerah yang terbentang dari Jamursba (Kaap de Guide Hoop).
Sebelah barat sampai ujung timur Teluk Humbolt dan bagian barat dinamakan West en Zuid Nieuw Guinea berkedudukan di Fak-fak dan menguasai daerah Jamursba ke selatan, menyusur ke timur sampai ke perbatasan daerah jajahan Inggris (PNG sekarang).
Dengan demikian wilayah Kabupaten Dati II Paniai sebelum dimekarkan masuk ke Noord Guinea dan sebagian lagi masuk ke West en Zuid Nieuw Guinea. Berkali-kali Pemerintahan Penjajah Belanda mengadakan pembagian wilayah Papua ini untuk memudahkan jangkauan penguasaan atas daerah jajahannya.
Upaya pembagian daerah dalam satuan-satuan Daerah Administratif selalu terbentur pada kenyataan yang sulit, sehingga akhirnya harus menyesuaikan diri dengan kenyataan kondisi wilayah.
Hingga tahun 1930 orang belum mengetahui adanya penduduk di Daerah Pegunungan Tengah, demikian pula penduduk daerah ini belum mengetahui adanya Pemerintah yang menguasai wilayahnya.
Oleh sebab itu Pos Pemerintahan pertama yang ada di 3 wilayah ini dulu (Nabire, Paniai dan Puncak Jaya) pada masa Penjajahan Belanda sampai tahun 1938 hanya terdapat pada 2 (dua) tempat dipesisir pantai.

  • Pos Pemerintahan yang pertama di Kwatisore (Distrik Yaur sekarang) dibuka pada tahun 1912 oleh Gezagheberd Welt dari Onder Afdeling di Manokwari.
  • Pos Pemerintahan pertama di Napan Weinami setelah bestuur Assistent dari Serui mengunjungi Napan pada tahun 1920 dan untuk pertama kalinya ditempatkan Bestuur assistent bernama A. Thenu di Napan Weinami, wilayah kekuasaannya meliputi seluruh Pesisir Pantai ke Goni dan Daerah Pedalaman.

Awal mula dibukanya Pos Pemerintahan Belanda di Enarotali (Wisselmeren) setelah Pastor Tillemans mengunjungi daerah-daerah padalaman Paniai melalui kokonau pada tahun 1932 dengan misi penginjilan Katholik.
Kemudian awal april 1937 di sebelah barat pegunungan tengah Letnan Dua laut Ir. F.J. Wissel Pilot dari Perusahaan Netherlands Nieuw Guinea Petroleum Maatschapij (NNGPM), menemukan gugusan danau di kawasan pegunungan yang sama sekali belum dikenal, bahkan di peta bumi masih berwarna putih.
Untuk memastikan penemuan ini, tanggal 18 September 1937 dimulailah ekspedisi yang dipimpin langsung oleh Assistent Residen Fak-Fak Dr. J.W. Cator dan pada tanggal 3 Oktober 1937 menemukan sekelompok masyarakat pegunungan. Penduduk disini termasuk Suku Kapauku yang kemudian dikenal saat ini dengan nama Suku Ekagi. Alam perjalanan pulang, cator mengajak beberapa orang Marga Zonggonau dari Suku Moni sebagai Penunjuk Jalan dan Juru Bahasa.
Pada tanggal 10 Nopember 1938 Pos Pemerintahan Belanda dibuka untuk pertama kali, pejabat yang pertama kali bertugas disini adalah J.F. Victor De Bruin menggantikannya sebagai Controleur di Wisselmeren.
Beberapa tahun kemudian Pemerintah Belanda membuka Onder Distrik di Nabire, yaitu pada tahun 1942, dengan Pejabat Distrik Hooft Bestuur Assistent (H.B.A.) Somin Soumokil.
Pada zaman Gubernur Van Waardenburg tepatnya mulai 1 April 1952 wilayah Papua dibagi dalam 4 Afdeling. Wilayah Paniai merupakan bagian Afdeling Central Nieuw Guinea yang terbagi dalam 3 Onder Afdeling yaitu :

1. Onder Afdeling Wisselmeren dengan ibu kota Enarotali
2. Onder Afdeling Tigi dengan ibu kota Waghete
3. Onder Afdeling Grothe Valley dengan ibu kota Wamena

Dalam perkembangan selanjutnya wilayah Paniai dimasukan dalam Afdeling Geelvinkabaai yang berkedudukan di Biak sebagai Waarnement Residen dengan 2 Onder Afdeling yakni Wisselmeren (Enarotali) dan Tigi, sedangkan Onder Afdeling Baliem Valley dimasukan dalam Afdeling Holanda (Jayapura).
Adapun nama-nama HPB Onder Afdeling Wisselmerem sejak 10 Nopember 1938 sampai dengan tahun 1962 menjelan penyerahan kekuasaan, sebagai berikut :

1. Dr. J.F. Stutterheim Periode 10-11-1938 s/d Feb 1939
2. Dr. J.V. de Bruin Periode Feb 1939 s/d 1947
3. Mayer Raneff Periode 1947 s/d 1949
4. Raphael de Haan Periode 1949 s/d 1955
5. J. Massink Periode 1955 s/d 1960
6. Mr. J. Ch. Haring Periode 1960 s/d 1962
7. Mr. Kron Periode 1962 s/d UNTEA

Sedangkan yang menjadi HPB Tigi (Waghete) pada tahun 1961 adalah Masaairuc.
Sementara itu pejabat-pejabat wilayah Distrik di Wisselmeren dan Tigi sejak 10 Nopember 1962 menjelang penyerahan kekuasaan adalah sebagai berikut :

1. H. Bosh, Adjunct Administratif (A.A.A) Distrik Paniai Timur
2. L. Latenstein, A.A.A. Distrik Paniai Barat
3. Weinand Wambrauw, Candidaat Bestuur Assistant (C.B.A) Distrik Aradide merangkap Homeyo
4. Hans Inggabouw, Bestuur Assistant (B.A) Distrik Tigi
5. Florens Imbiri, Candidaat Bestuur Assistant (C.B.A) Distrik Moanemani
6. Edmundus Inggirik (C.B.A) Distrik Mapia
7. Andreas Karma, Candidat bestuuur Assistent (C.B.A) Distrik Nabire

Pembagian terakhir menjelang penyerahan kekuasaan pada tahun 1961 wilayah Papua terbagi dalam 6 Afdeling, 83 Onder Afdeling, 83 Distrik dari 2.087 Dorp serta 5 wilayah eksplorati. Pada zaman itu Paniai masuk dalam Central Bergland dengan kedudukan Ibukota sementara di Holandia. Di wilayah Paniai terdapat 2 Onder Afdeling yaitu Wisselmeren dan Tigi serta terdapat 5 wilayah Eksplorati Resort (daerah Operasi), yaitu Westelijke Bergland, Bokondini en Zwart Valley dan Noord Oost en West baliem serta Oostelijke Bergland.
Pada masa pemerintahan kedua Onder Adeling trsebut memiliki wilayah Distrik yang meliputi :

a. Onder Afdeling Wisselmeren meliputi :

1. Distrik Paniai Timur

2. Distrik Paniai Barat

3. Distrik Aradide
b. Onder Afdeling Tigi meliputi 3 wilayah Distrik yaitu :

1. Distrik Tigi

2. Distrik Kamu

3. Distrik Teluk Sarera di Nabire

MENYANYI DAN MENARIKAN AIR MATA PAPUA







Prakarsa Rakyat, Inisiatif Perlawanan Lokal Simpul Kepala Burung Papua Periode Juli - September 2005 Oleh: Macx Binur Papua Birdhead Network for Social Transformation (PROTON) 1. Pendahuluan â€Å“Seorang teman di Jawa mengatakan bahwa dirinya bisa menyanyi dan menarikan lagu dan tarian tradisional Papua dengan baik. Ia kemudian melantunkan lagu Apuse dan Sajojo, sambil bergoyang pinggul ala Yospan dengan bersemangat. Baguslah. Tapi saya ingin ia sesekali ke Papua dan menyaksikan betapa Apuse hanya salah satu lagu daerah dari satu suku di Papua yang berjumlah ratusan itu. Sedangkan Yospan (Yosim Pancar) sama sekali bukanlah tarian tradisi, melainkan tari kontemporer yang dimodifikasi dari berbagai gerak dasar tarian rakyat berbagai suku. Yospan dproduksi pada masa pemerintahan Orde baru untuk kepentingan pariwisata dan dipaksakan keberadaannya sebagai representasi tarian adat Papua di tingkat nasional”. Papua, sebuah wilayah dengan keluasan mencapai 710.937 km2, dan 410.660 km2 diantaranya adalah daratan. Hutannya menghampar luas, jika digabung dengan Papua Nugini maka hutan Papua terhitung nomor dua terbesar di dunia setelah Amazon. Di wilayah ini, terdapat 312 suku asli dengan bahasa dan dialek masing-masing yang khas, hingga tercatat 15% dari seluruh bahasa yang ada di dunia ini dimiliki oleh Papua. Bentuk-bentuk seni orang papua pun sangat beragam sesuai etnik mereka. Di sebuah daerah dimana bahasanya berbeda dari kampung satu ke kampung lain, sangat mungkin jika ekspresi artistik yang muncul akan berbeda bentuknya. Senjata, ukiran, kerajinan, dan instrumen musik dibuat oleh orang-orang yang berbeda di tempat yang berbeda pula, sesuai dengan ketrampilan dan keyakinan tradisional mereka. Hingga kini Papua adalah tempat dimana nilai-nilai tradisi itu masih dipegang oleh penduduk aslinya. Tak heran jika, selain kekayaan alamnya memikat hati para investor yang melihatnya sebagai sumber keuntungan tak terperi, Papua juga adalah surga bagi para antropolog di seluruh dunia. Perubahan jaman dan arus migrasi menjadikan Papua berkembang sebagai wilayah dengan etnis bervariasi. Orang-orang terus berdatangan dari berbagai suku bangsa, hingga kini jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari seluruh orang Papua. Kini kita menyaksikan, Papua tumbuh menjadi masyarakat yang plural, baik dari segi etnis, budaya, agama, ekonomi, dan interes politik. Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan itu semakin menciptakan jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, orang asli dan migran. Sementara itu nilai-nilai baru dan pola hidup yang dibawa oleh orang migran telah menyebabkan shock kultural yang hebat pada penduduk asli. Kebudayaan Papua mengalami perubahan ke arah yang tidak dipahami oleh mayoritas orang Papua sendiri. Perkembangan berbagai bidang yang didominasi corak modern, menyingkirkan kebudayaan Papua hingga jauh ke pedalaman. Perubahan ini menyebabkan suatu bentuk kebutuhan dan ketergantungan baru orang Papua terhadap produk-produk buatan industri. Orang yang semula memakai koteka di Wamena kini mulai merubahnya menjadi kain dan dengan demikian harus membeli sabun untuk mencuci. Beras yang tidak ditanam orang Papua, kini menyerbu hingga pelosok kampung menggantikan sagu dan umbi-umbian sebagai makanan pokok. Semula orang Papua yang tingal di pedalaman tidak perlu membeli beras maupun minyak dan belanga, karena umbi-umbian yang dapat dibakar dengan kayu dan batu cukup tersedia di sekeliling kampung mereka. Sementara itu generasi baru yang muncul kemudian tidak lagi memiliki pegangan lain sebagai pengganti, dan akhirnya bergerak di tengah persimpangan antara pola tradisi lama dan budaya luar yang masuk melalui tumbuhnya kota. Perlahan-lahan budaya Papua kini terancam hilang dan orang-orang tua pewaris kebudayaan mulai cemas oleh perkembangan ini. Matinya kebudayaan Papua berarti hilangnya identitas orang Melanesia di Papua. Salah satu ekspresi budaya adalah seni. Sebagai masyarakat dengan tradisi lisan sangat kuat, ekspresi seni di Papua didominasi oleh musik, lagu, cerita rakyat, dan tarian, yang masih dapat ditemukan di seluruh daratan Papua. Jika kita pergi ke kampung-kampung, akan terkesan betapa banyak hal dahulu dilakukan dengan lagu, musik, dan tari: berburu, berdoa, menidurkan anak, membuat perahu, menokok sagu, mencari ikan, berperang, berdamai, dll. Musik dan tari mengalir hampir di semua aktivitas kehidupan. Setiap malam menjelang matahari mulai temaram, hutan pulas dalam nyanyian serangga dan suara kodok; dan pagi harinya ketika embun turun, musik kembali terdengar. Tembang penuh semangat hidup, tembang ratapan, tembang pujaan pada keindahan alam dan penghormatan pada leluhur, atau tembang cinta yang menusuk cuaca tropis yang panas. 2. Surutnya Seni Budaya Papua Menyebut kata Papua, bawah sadar orang yang tinggal di luar Papua seringkali melayang pada sebuah hutan belantara dengan masyarakat tanpa baju kain, yang berjalan sambil menggendong babi di pundak kiri dan memegang tombak atau kapak batu di tangan kanan. Dan ketika menyebut seni-budaya Papua, orang akan membayangkan kumpulan laki-laki perempuan dengan seluruh tubuh penuh coretan dan lumpur, menari tak beraturan sambil menjerit-jerit memanggil roh nenek moyangnya. Tak jarang orang yang tinggal di Jawa merasa ngeri untuk pergi ke Papua. Selain jaraknya yang jauh, mereka akan memikirkannya lagi berkali-kali ketika ada yang berpesan â€Å“Awas, nanti kamu dimakan oleh suku asli...” Tak dapat dipungkiri bahwa gambaran orang Papua masih hidup dalam situasi primitif, memuja kanibalisme dan ilmu hitam, hingga kini masih tersisa di benak orang-orang di luar Papua. Pandangan ini dilekatkan dan dipromosikan sejak abad 17 oleh para antropolog yang datang ke Papua. Luigi Maria D'Albertis (1876) salah satu contohnya, antropolog ini berangkat ke Papua dengan pasukan bersenjata dan bekal amunisi lebih lengkap dari pada peralatan seorang periset. Saat pulang ke negerinya, D'Albertis memenuhi kapalnya dengan koleksi kapak batu, panah, tombak, serta potongan tubuh dan tegkorak kepala manusia papua, di samping specimen tumbuh-tumbuhan dan serangga. Barang-barang itu dibawanya ke museum di negeri asalnya sebagai tanda prestasi invensi intelektual yang luar biasa. Cara yang dipakai oleh para antropolog tempo dulu, juga menjadi salah satu taktik yang sering dipraktekkan oleh militer di Papua saat ini. Anggota pasukan yang diturunkan di Papua selain dibebani tugas mempertahankan kesatuan NKRI, mereka juga membayangkan dirinya sedang dalam misi untuk merubah â€Å“orang kanibal agar menjadi lebih beradab” (civilizing). Dan taktik yang digunakan adalah secara langsung bertempur dengan orang-orang Papua yang â€Å“liar” itu. Hal ini tergambar jelas saat seorang penduduk Enarotali-Papua Tengah bernama Igiyouda yang tertangkap tentara dan akhirnya dieksekusi: ia ditemukan mati dalam keadaan tubuh ditusuk besi panas dari anus tembus hingga mulutnya. Pada bulan September 2001, mayat pemuda berusia 32 tahun bernama Wellem Korwam ditemukan terapung di tepi pantai dekat Wasior. Kondisi mayat Korwam mengingatkan kita pada tubuh mayat-mayat yang dibawa oleh antropolog D'Albertis ratusan tahun lalu: ia dimutilasi menjadi tujuh potongan . Lalu, siapa yang sesungguhnya kanibal? Sikap arogan dan ketidakpahaman terhadap budaya lokal Papua telah mengakibatkan pandangan dan sikap subordinatif yang tersturuktur serta pelecehan yang mematikan. Adalah sebuah kesalahan sejarah sangat fatal ketika orang melihat dan memahami Papua sebagai gudang kekayaan sumber alam belaka dan melupakan bahwa di dalamnya hidup jutaan manusia Papua. Namun pandangan inilah yang saat ini dominan menguasai benak penguasa dan pemodal yang meneteskan air liur saat merancang investasi masa depan, sembari berpikir bagaimana mengeliminasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi saat mengeksplorasi keseluruhan permukaan dan perut bumi Papua. Cara eliminasi itu bisa berwujud fisik atau pun kultural.. Ketika tidak bisa lagi meniadakan penduduk setempat secara fisik, para imperialis kemudian akan mengeliminir mereka secara kultural, dengan mengatakan bahwa penduduk Papua tidak memiliki kebudayaan, atau dengan dalih bahwa kebudayaan Papua rendah dan tidak beradab. Mitos tentang koteka, jaman batu dan lain-lain kemudian sengaja dipupuk karena mendukung cara berpikir penguasa. Sejak hadirnya misionaris kristen, beberapa seni budaya Papua mengalami penaklukan karena dianggap sebagai artikulasi paham animis, bahkan disebut kafir (misalnya seni Wor Biak). Upacara tradisi kultural dalam skala besar hanya mampu bertahan hingga tahun 1950. Perkembangan selanjutnya, Katholik dan Protestan saling berlomba dalam merebut wilayah dan umat (manusia Papua) untuk di-Kristenkan berdasarkan theologi barat. Misi ini disertai dengan penerapan larangan-larangan kepada masyarakat untuk tidak mengekspresikan seni dan budayanya. Pengkaplingan wilayah pendudukan agamapun terjadi di Papua, dimana Kristen Protestan mendapatkan jatah meliputi hampir sebagian daerah pesisir pantai utara dan pinggiran pegunungan. Sedangkan Kristen Katholik merambah wilayah pegunungan tengah dan selatan hingga sebagian kepala burung, berdampingan dengan Islam yang berkembang di kepulauan Raja Ampat dan Fak-fak. Meskipun pengaruh agama modern telah mengakar di masyrakat adat Papua, kepercayaan Pantheisme di sisi lain masih tersisa dan terpelihara dengan berbagai ritual tradisional yang dilaksanakan dalam skala kecil. Sementara itu, bagi pemerintah (nasional) ekspresi seni budaya papua adalah sesuatu yang harus dirubah karena dianggap tidak bernilai, brutal, dan cenderung menakutkan. Rumah-rumah adat yang menjadi pusat pendidikan adat dan pewarisan pengetahuan bagi suku-suku di papua juga kemudian dilarang (misalnya rumah adat Kambik pada suku Moi, Rumsram di Biak, Jew di Asmat, Harit di Maybrat-Teminabuan, Kun pada suku-suku sekitar DAS Mamberamo-Sarmi, dll), karena selain dianggap bertentangan dengan agama modern, rumah adat dicurigai oleh militer sebagai tempat mempromosikan gagasan separitisme. Contoh lain yang hingga kini menjadi kenangan buruk bagi para seniman di Papua adalah pelarangan, penangkapan, dan pembunuhan terhadap seniman-seniman Papua. Pengalaman paling traumatis adalah penangkapan dan kematian personel Group budaya Mambesak, Arnold C. Ap oleh TNI (Kopassandha) di pantai Pasir Enam Jayapura, saat dirinya masih berstatus sebagai tahanan LP Abepura. Sedangkan Eddy Mofu ditemukan terapung di laut dengan lubang peluru di dada dan perut terobek senjata. Beberapa saat kemudian Sam Kapisa, anggota Mambesak yang juga seorang guru sekolah, meninggal secara misterius. Namun rakyat Papua yakin ia sengaja dimatikan oleh aparat militer. Dengan kematian mereka, pemerintah Indonesia telah melakukan "sesuatu" yang justru semakin menumbuhkan kesadaran nasional rakyat Papua, yakni menciptakan seorang martir yang kenangannya mempersatukan berbagai kelompok yang saling bertikai . Mengapa mereka dibunuh? Mengapa kelompok yang ingin mengangkat seni rakyat itu dimatikan, diteror, dan dimata-matai hingga kemudian hilang dan tinggal menjadi kenangan? Mengapa seni budaya Papua yang kaya ini harus diredam sementara di sisi lain pemerintah memberikan keleluasaan kepada budaya dan seniman-seniman lain di luar pulau Papua untuk mengembangkan budaya masing-masing? Lantas mengapa selalu meneriakkan jargon pengembangan budaya lokal dan Bhineka Tunggal Ika yang keramat itu? 3. Menyanyi dan Menari adalah Kerja yang Berbahaya? Musik, lagu dan tari adalah spirit manusia Papua; dengan itu mereka bicara. Untuk mengerti kekuatan musik dan tari di Papua Barat, dibutuhkan pemahaman tentang perjuangan demi identitas orang Papua. Dalam tekanan mendalam, musik dan tari menjadi bagian yang menggelorakan jati diri Papua, suatu identitas yang selama ini berusaha diberangus. Tetapi segala ekspresi yang mencerminkan identitas sejati orang papua justru dilarang. Pemerintah nasional seolah tidak menghendaki seorang dengan diri Papua, melainkan seorang Irian yang loyal. Dalam kenyataannya, diri Irian hanyalah khayalan dan identitas sesungguhnya tak pernah beranjak dari diri seorang Papua. Setiap lagu dan tari memancarkan keyakinan dan harga diri seorang Papua. Untuk memahaminya, kita harus menyelami ke dalam lagu dan tari itu sendiri, dan kita akan mulai mengerti sesuatu tentang Papua. Lewat lagu kebudayaan diangkat, dan hidup rakyat dimuliakan. Lirik dan ragam yang memuja misteri serta kemolekan alam Papua, menyatakan kembali legenda dan tradisi, memberikan pengetahuan dan kearifan, juga ratapan, tawa, dan kegalauan. Berbisik tentang keseharian hidup, perjuangan serta harmoni kebersamaan. Lagu menjadi lem perekat jiwa, spirit, dan mengobarkan kembali identitas melalui tradisi oral. Sebagaimana hidup rakyat, setiap kata lahir dari palung hati mereka, memancarkan hasrat personal terhadap situasi sekelilingnya. Justru karena itulah Eddie Mofu dam Arnold Ap dimasukkan dalam penjara oleh militer dengan tuduhan bersimpati pada gerakan separatis OPM. Namun lebih dari itu, apa yang dilakukan Mofu, Ap, Sam Kapisa, dan segudang seniman-seniman papua adalah bernyanyi dan menarikan lagu-lagu tradisional rakyat, rupanya telah menumbuhkan martabat dan kebanggaan orang Papua terhadap budayanya sendiri. Bagi pemerintah ini adalah sebuah â€Å“kejahatan”. Karena begitu dicintai rakyat dan kekuatannya yang mampu mentransformasi kesadaran orang papua dari sukuisme menjadi nasionalisme itulah yang diduga menjadi alasan kuat mengapa Mambesak perlahan-lahan dihabisi. Bangkitnya budaya papua melalui ekspresi musik, lagu, dan tari, dikawatirkan akan menguatkan rasa cinta terhadap tanah air, memunculkan sentimen ke-Papua-an, dan akhirnya mengakumulasi keinginan untuk bebas dan merdeka. Dari lagu-lagu rakyat yang dinyanyikan oleh Mambesak, sekilas kita bisa melihat betapa sederhana syair dan musik yang dimainkannya. Namun bagi orang Papua, penuh makna karena dinyanyikan dalam bahasa tanah (asli) dan dengan dialek maupun cara yang khas masing-masing suku. Salah satu lagu rakyat Biak yang dinyanyikan Mambesak berjudul â€Å“Awin Sup Ine” menyatakan rasa bangga pada alam Papua: Orisyun isew mandep fyarawriwek Nafek ro masen di bo brin mandira Napyumra sye napyumda ra nadawer Makamyun swaro beswar bepondina Ref Awino kamamo sup ine ma Yabuki mananis siwa muno Yaswar I na yaswar I sof fioro [Dalam cahaya gemilang, sinar mentari melukis keindahan di langit, menggelorakan pandangan & perasaan saat ini, tak ada yg dapat menolong, kecuali dengan mengingat kembali peristiwa manis masa lalu dan menghayati rasa cinta yang mengikat kita pada tanah ini]. â€Å“Nanen Babe” lagu rakyat Sarmi -sebuah wilayah pesisir pantai utara Papua juga berisikan syair2 yang penuh arti tersembunyi: Nanen babe nanen meina babe Kwin matreuban maska teufyar deiwa Teimwa Aram usker ma enap aram enap [Bintang pagi terbit di timur ‘kan segera diikuti matahari, Keindahan langit membawa ingatan pada kampung halaman] Itulah bintang terakhir di langit gelap sebelum fajar menyingsing, cahayanya memandu nelayan pulang dengan aman. Bintang kejora yang kecil dan bercahaya di pagi hari menjadi simbol kebebasan, memandu rakyat kembali pulang ke (kedaulatan) tanahnya sendiri. Sebuah lagu lain menyatakan secara terbuka suatu kemarahan dan emosi yang kuat. â€Å“Muman Minggil” yang dinyanyikan dalam bahasa Auyi -sebuah wilayah di Arso yang sarat represi militer dan porak poranda oleh penebangan kayu dan perkebunan kelapa sawit. Dengan irama yang cepat, mudah dicerna, dan berisi pesan spontan: Muman mingil kai bekhel smetwat Yus yata timtom fofuso Nu manggi uwel nekwaukhu Semfat yemse takhul yen Nasa aya khwas [Waktu berubah cepat, pusaka warisan nenek moyang sirna dari pandangan, hanya sisakan reruntuhan rumah kita, desa tak terpelihara, tersia-sia bagai anak piatu] Ketika Mambesak memulai pekerjaannya, banyak yang gagal memahami apa tujuan sejatinya. "Mungkin kamu berpikir saya ini sedang melakukan hal bodoh, tapi inilah yang saya pikir dapat saya lakukan untuk rakyat, sebelum saya mati,” demikian Arnold Ap memnjelaskan sesuatu yang dapat menggambarkan semangat Papua yang mengilhami rakyatnya. 4. Inisiatif Seniman Generasi Baru di Papua Setelah peristiwa yang menimpa Mambesak, musik masih menjadi sebuah kekuatan yang menginspirasi gerakan perlawanan terhadap penindasan di Papua. Pesan serta falsafah Mambesak sekarang diambil dan diteruskan oleh seniman-seniman di Papua. Hingga saat ini kelompok-kelompok anak muda generasi baru yang menyadari identitastanya kian punah, mulai menekuni musik dan tari rakyat Papua. Salah satu contoh adalah mereka yang tergabung Kelompok Oridek, Pandotu, dan Humeibou di Manokwari, Bengkel Budaya di Sorong, dan Black Paradise di Jayapura. Mereka adalah kelompok-kelompok anak muda yang mencoba memadukan seni musik, lagu dan tari sebagai alat pendidikan kristis bagi masyarakat adat papua. Itulah keunikan dari group-group ini yang membedakannya dengan group-group lain yang hanya mengejar kepentingan pertunjukan, pariwisata, rekaman untuk keuntungan dagang, dll. Group musik dan tari yang dipelopori oleh para anak muda ini berusaha mengungkapkan bahwa kebudayaan Papua masih tetap hidup. Mereka menggunakan musik, lagu, dan tari untuk mengangkat identitas, martabat, dan rasa percaya diri rakyat, sekaligus mengkampanyekan penghentian kekerasan, perusakan lingkungan, dan seruan stop peminggiran orang Papua dari tanahnya sendiri. Group Oridek, Pandotu, dan Humeibou dipelopori pendiriannya oleh Yalhimo Manokwari. Oridek adalah group musik yang beranggotakan para buruh pelabuhan di Manokwari. Humeibou beranggotakan anak-anak muda putus sekolah dan pengangguran yang diorganisir melalui diskusi dan training-training yang diselenggarakan oleh Yalhimo. Sedangkan Pandotu adalah group musik yang berdiri di kampung Werabur, distrik Windesi. Anggota Pandotu terdiri dari orang-orang kampung yang selama ini menjadi basis pengorganisasian Yalhimo. Humeibou telah merelease 3000 copy VCD yang bertemakan persaudaraan, solidaritas, dan demokrasi. Pandotu juga telah mengeluarkan 500 copy kaset lagu-lagu rakyat bertema perdamaian dan lingkungan yang dinyanyikan dalam bahasa lokal Wamesa. Sedangkan Oridek baru saja menyelesaikan rekaman tentang lagu-lagu rakyat, termasuk Wyor yang selama ini menjadi hal tabu untuk dinyanyikan. Sedangkan Bengkel Budaya, didirikan pada bulan Agustus 2004 oleh beberapa orang muda di Sorong. Dengan personel berjumlah 28 orang, Bengkel Budaya mencoba mendokumentasikan dan mempraktekkan kembali musik, nyanyian, dan tari tradisional rakyat yang hampir punah. Sebagaian besar anggota group adalah anak muda putus sekolah yang tinggal di kampung maupun di kota. Seperti halnya anak-anak muda Papua lainnya, mereka memiliki skill memainkan berbagai alat musik, menyanyi, dan menari dengan baik. Selain membangun sanggar di pusat kota Sorong, Bengkel Budaya mulai melakukan perjalanan ke kampung-kampung untuk merintis sanggar dan mengorganisir pemuda setempat dengan seni sebagai medianya. Cara ini terbukti cukup ampuh, karena seni tradisi dengan mudah menyentuh hati rakyat dan sesuai (klop) dengan kehidupan penduduk sehari-hari. Selain melatih diri dalam hal seni, Bengkel Budaya memiliki diskusi rutin bulanan dan pelatihan-pelatihan untuk mengembangkan wawasan anggotanya. Di tingkat kampung pun, selain kegiatan kesenian, sanggar juga dimanfaatkan untuk pelatihan kerja para pemuda dan tempat diskusi masalah-masalah yang terjadi di kampung serta maslah sosial budaya Papua. Di tingkat kota, Bengkel Budaya mencoba melakukan kampanye budaya lokal dan pluralisme melalui program khusus budaya di radio lokal. Acara ini mengudara setiap satu minggu sekali, yang diisi dengan live musik tradisonal, cerita rakyat, mop, dan dialog interaktif. Black Paradise (BP) sebuah group budaya yang terdiri dari anak-anak muda kini sedang berupaya meneruskan apa yang telah dirintis oleh Mambesak: mengasah kembali budaya yang digempur oleh militerisme, dirongrong oleh gereja, dan dieksploitasi oleh pedagang. Sebagian besar anggota group ini adalah juga aktivis HAM yang bekerja di ELSHAM Jayapura. Bekerja membela hak asasi manusia tak bisa dipisahkan dari musik mereka. Belum lama ini beberapa anggota BP melakukan perjalanan ke Timika, sebuah kota yang berada di bawah bayang-bayang pertambangan emas dan tembaga raksasa: Freeport. Perusahaan yang dilindungi ketat oleh militer ini telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang maha parah dan menciptakan sejumlah konflik sosial. Sembari melakukan investigasi pelanggaran HAM, saat di Timika anggota BP juga mengumpulkan lagu-lagu tradisional. Salah satu contohnya adalah Akai Mbipae, sebuah lagu yang menceritakan tentang kepedihan suku Amungme yang terajam oleh kehadiran pertambangan raksasa itu: seorang ibu yang menagis karena rakyat, khususnya freeport telah merusak lingkungan. BP memiliki sebuah pesan sederhana yang ingin disampaikan pada publik: "Kami ada untuk mengungkapkan bahwa kebudayaan Papua masih tetap hidup. Kami ingin Pemerintah Indonesia menghentikan kekerasan di tanah Papua, dan membiarkan kami berkarya”. Beberapa waktu lalu BP melakukan tour ke Australia, dalam sebuah konser bertajuk Morning Star Concert for West Papua. Sebuah konser yang ingin menunjukkan apa yang terjadi di sebuah pulau besar yang berjarak beberapa mil dari pantai Australia ini. BP ingin menyentuh dan menginspirasi orang-orang di Australia untuk belajar lebih banyak tentang Papua barat, meski dalam kehadirannya yang hanya sesaat. â€Å“Kemanusiaan dan kedamaian di Planet ini adalah hak milik semua orang, dan harus diperjuangkan oleh setiap orang, dimanapun ia berada”. BP telah merelease 5000 copy CD musik dan telah beredar di Papua, Australia, Pasifik, dan Eropa melalui jaringan kampanye HAM dan perdamaian yang telah dibangun. 5. Penutup Di sebuah tempat dimana ekspresi identitas menjadi bagian yang diperjuangkan, musik, lagu, dan tarian pun menjelma sebuah senjata. Sebagai media, ia memiliki kekuatan untuk membangkitkan kemarahan, kesedihan, suka cita, dan persaudaraan. Namun kini musik, lagu, dan tarian tradisi rakyat juga menghadapi gempuran bentuk-bentuk kesenian asing yang membawa serta paradigmanya sendiri. Di Papua adalah sebuah kerja teramat berat untuk bagaimana mempertahankan berbagai bentuk tari dan musik menjadi identitas budaya. Meski bergerak dinamis seni dan budaya tetaplah harus menjadi bagian yang dimiliki, dipahami, dan menjadi satu dalam â€Å“diri papua” yang kontekstual, tidak tercerabut dari akar, sehingga mampu menuntun manusia Papua ke arah kesejatian hidup, saat ini dan di masa depan.

Sumber: Simpul Kepala Burung (PROTON)

tarian rakyak suku byak

Musik Suku Biak-Numfor (6)

Sampai dengan tahun wor diteliti oleh Lembaga Smithsonian (1993-1994), tradisi nyanyian asal Biak ini cenderung tidak sekuat zaman dulu. Kalau pada zaman Belanda kebanyakan orang bisa menyanyikan wor, "tidak setiap orang" bisa menyanyikannya masa kini.

Pasang-Surut Wor

Sebagai akibatnya, wor yang membutuhkan keahlian khusus itu biasanya dinyanyikan zaman penelitian tadi dilakukan oleh generasi tua atau setengah baya. Selebihnya, wor dipelajari kaum muda Biak yang peduli pada kelestarian tradisi musikal ini.

Pelestarian ini di antaranya melalui ibadah Kristiani. Penyanyi-penyanyi wor yang sudah tua tampil membawakan koor wor dengan isi Injil dalam bahasa Biak dan dalam ibadah di gereja di Biak.

Sejarah wor sejak awal abad ke-20 mengalami masa pasang-surutnya karena berbagai faktor. Di awal abad ke-20, wor yang dibawakan dalam upacara-upacara siklus kehidupan orang Biak ditentang para misionaris Belanda. Tradisi ini dipandang bertentangan dengan ajaran Kristen. Tapi di akhir dasawarsa 1930-an, kemerosotan wor agak dipulihkan ketika para misionaris itu mendorong agar wor dengan tema Kristen ditampilkan di gereja. (Pada zaman Belanda, hampir semua penduduk Biak - berjumlah sekitar 30.000 orang menurut disertasi Kamma tentang Gerakan Koreri 1954 - adalah penganut Protestan aliran utama, atau Protestan dengan latar belakang Kalvinistik, hasil penginjilan misionaris Gereja Hervormd Belanda.) Tersirat di dalam pemulihan ini kebijakan gereja untuk mempribumikan ibadah penduduk setempat agar ajaran Kristen tidak menjadi unsur budaya atau peradaban yang asing bagi mereka. Barangkali karena dorongan mereka tapi di luar dugaannya, wor hidup kembali dalam gerakan-gerakan Koreri di Biak menjelang dan selama PD II, seperti yang sudah dijelaskan. Sesudah perang besar itu, pemerintah Belanda menahan orang-orang Biak yang membawa perlengkapan Koreri karena ini dianggap tindakan subversif. Pada awal 1990-an, orang-orang tua asal Biak menganggap wor berhubungan dengan Koreri dan Koreri berhubungan dengan politik, khususnya, perjuangan untuk kemerdekaan orang Papua. Pihak keamanan yang mengetahui kaitan ini lalu melarang nyanyian wor dan memasukkan siapa pun yang mengabaikan larangan ini ke penjara.

Upacara-upacara siklus kehidupan yang ditentang gereja dan wor yang dilarang pemerintah Belanda dan Indonesia membuka pilihan budaya, termasuk pilihan akan upacara dan nyanyian, lain bagi orang Biak. Alih-alih kembali pada pesta-pesta besar dalam upacara-upacara siklus kehidupan masa lampau, mereka di masa kini mengadakan pesta-pesta megah yang menaikkan status keluarga dan individual. Pesta-pesta itu berbentuk perayaan perkawinan, perayaan dan ucapan syukur secara religius bagi anggota keluarga yang lulus sarjana perguruan tinggi, perayaan untuk anggota keluarga yang pulang kampung dari perantauan, atau perayaan tahunan seperti Natal dan Tahun Baru. Wor dalam pesta-pesta masa lampau tapi yang sekarang dilarang diganti dengan tarian-nyanyian rakyat Papua yang berkembang di Sarmi dan sekitar awal 1960-an di Biak dan Teluk Geelvink zaman Belanda: yosim-pancar (yospan). Dalam pesta-pesta modern yang lain, undangan menyanyi secara bersama-sama atau bergilir berbagai nyanyian gereja yang bisa berbentuk nyanyian empat suara.

Ciri-Ciri Lain Musik Wor

Seperti yang sudah dijelaskan dalam suatu tulisan terdahulu, semua lirik wor punya struktur yang terdiri dari dua bagian. Bagian pertama disebut kadwor atau "pucuk" sementara bagian kedua disebut fuar atau "akar". Fuar mengulangi kadwor tapi fuar menjadi lebih panjang karena lebih lengkap dari kadwor.

Melodi yang dinyanyikan untuk kedua bagian teks tadi umumnya sama, dengan penyesuaian di sana-sini. Dibanding kadwor, fuar berisi lebih banyak kata; karena itu, melodinya harus disesuaikan. Penyesuaian ini berbentuk pengulangan motif atau nada-nada tertentu. Pengulangan terkadang dilakukan dalam melodi kadwor supaya melodinya bisa memuat semua katanya. Sebagai akibatnya, pengulangan ini memperpanjang melodi tanpa menyisipkan materi baru. Meskipun demikian, motif-motif melodi baru yang tidak ada dalam kadwor terkadang dimasukkan untuk lirik tambahan tadi.

Kedua bagian nyanyian wor tadi dibawakan secara antifonal (berbalas-balasan) atau unisono (satu suara). Fuar dan kadwor dari lagu-lagu yang disertai tarian dinyanyikan oleh koor-koor secara antifonal. Beyuser, suatu nyanyian berkisah tanpa tarian, dinyanyikan secara unisono. Sebagian nyanyian lain yang tidak disertai tarian dinyanyikan secara antifonal sementara bagian lain dinyanyikan secara unisono.

Gaya nyanyi wor tadi mengakibatkan hubungan antara penyanyi dalam suatu pertunjukan bervariasi. Ada hubungan yang menghasilkan nyanyian heterofonik dan ada juga hubungan yang menghasilkan nyanyian yang hampir unisono.

Kebanyakan melodi wor menunjukkan gerak yang umumnya menurun. Melodinya mulai dengan nada yang tinggi dan berakhir dengan nada yang rendah.

Akan tetapi, cara melodi turun tidak sama. Ada melodi yang turun terus, kemudian berhenti pada beberapa titik melodi, berputar dan berbalik, turun separuh jalan, kemudian kembali ke atas tanpa mencapai puncaknya, turun lagi lebih rendah dari sebelumnya, dan seterusnya. Kebanyakan frasa sebuah lagu pun menurun. Beberapa frasa lagu mulai pada wilayah nada tengah (seperti rangkaian not do-re-mi-fa-sol-la-si tanpa titik di bawah atau di atasnya), kemudian meninggi sebelum merendah.

Beberapa lagu memiliki frasa-frasa melodik dengan bentuk mirip sebuah lonceng gereja. Lagu-lagu itu mulai dengan nada rendah (tepi dasar lonceng), naik (bagian yang membentuk bundaran mirip lengkungan dari lonceng), lalu turun kembali (ke tepi dasar lonceng).

Bagaimana tentang tangganada yang dipakai dalam melodi-melodi wor? Tangganadanya bersifat tetratonik dan pentatonik. Karena tangganada pentatonik (lima nada) sudah dijelaskan, tangganada jenis pertamalah yang perlu penjelasan. Ajektiva tetratonik dibentuk oleh tetra - (empat) dan - tonik (berhubungan dengan nada); jadi, tangganada tetratonik dibentuk oleh empat nada. Yampolsky dan Rutherford tidak merinci modus tangganada tetratonik. Mereka hanya menambahkan bahwa terkadang satu nada kelima atau keenam ditambahkan pada kedua jenis tangganada tadi, rupanya sebagai nada-nada hiasan.

Yang menarik dari hasil rekaman mereka berdua ialah bahwa jumlah wor tetratonik melebihi jumlah wor pentatonik. Perbandingan kelebihan jumlah ini adalah dua banding satu. Ada tangganada yang mempunyai setengahnada sementara tangganada lainnya berisi interval yang mendekati atau mirip interval kedua besar (mayor) dalam tangganada Barat, seperti do-re, re-mi, dan fa-sol.

Apakah ada tangganada yang khas suatu kampung atau wilayah Biak? Yampolksy dan Rutherford tidak bisa memastikan hubungan khas antara tangganada dan komunitas Biak tertentu, seperti tangganada komunitas Opiaref atau Biak Utara. Wor semua kelompok masyarakat Biak yang mereka rekam lebih dari satu dan menunjukkan lebih dari satu tangganada.

Mereka juga tidak bisa mengatakan bahwa jenis-jenis wor tertentu terikat dengan tangganada tertentu. Mereka menemukan, misalnya, bahwa dua sandia memakai tangganada yang sama, tiga kayob menggunakan tiga tangganada, dan lima beyuser memakai empat tangganada.

Kalau tangganada bukan indikator atau petunjuk bermacam-macam wor yang mereka rekam, apa indikatornya? "Apa yang membuat sandia menjadi sandia dan kayob menjadi kayob?" Lirik wor bukan faktor penentu ciri yang jelas karena bentuknya sama untuk semua macam wor. Mereka menduga klasifikasi wor ke dalam berbagai jenisnya ada pada bentuk melodi dan ciri motifnya, matra puisinya, ciri-ciri persajakannya, pemakaian kata-kata tertentu, topik-topiknya, atau fungsinya dalam suatu upacara. Benar-tidaknya dugaan ini perlu dibuktikan melalui penelitian lebih lanjut.

Sementara menunggu hasil penelitian lanjutan untuk menjawab pertanyaan menarik tadi, kita akan mendalami jenis-jenis melodi wor yang direkam Yampolsky dan Rutherford. Apa tangganada yang dipakai? Pola ritme dan matra jenis apakah yang dipakai? Apa isi pesan wor melalui syair atau liriknya? Apa pola ritme yang dihasilkan pukulan pada tifa yang mengiringi wor itu? Apakah "nada dasar" tifa itu bisa diukur dan apa nada dasar itu? Bab berikut akan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

Sementara itu, Anda bisa mendengarkan suatu jenis wor untuk tarian yang disebut kankarem dari Biak Utara. Suatu kankarem adalah suatu lagu pembukaan perayaan yang dinyanyikan sekitar waktu matahari terbenam. Ia dinyanyikan oleh tamu-tamu sementara mereka memasuki arena tari

Rabu, 25 Maret 2009

Liat Film di TV

Category: Cerita Mop dan Mob Papua

Ada tete 1 nich dia duduk nonton TV. tete putar Chanel 1 film pocong, chanel 2 film drakula, chanel 3 film sunggi-sunggi.......

Tete bilang "Bah....semua film setan-setan...."tete pusing.... tete panggil de pu cucu suruh cek antena,....

Trus cucu cek, cucu bilang bah tete antena menghadap ke kuburan. langsung tet boooo......pantasan dapat film-film Neraka"

Cucu coba ko kasi menghadap ke malanu (tempat prostitusi) pasti kita dapat film perang????

Mas Jawa dan Pace Wamena Bicara Koteka

Category: Cerita Mop dan Mob Papua

Pace Wamena de ke Jawa trus de pergi makan di warung baru ada mas satu tanya dia.

Mas Jawa : "Permisi... mas dari mana?"
Pace Wamena : "Oh... saya dari Papua..."
Mas Jawa : "Papuanya di kota mana?"
Pace Wamena: "Wamena."
Mas Jawa : "Katanya orang Wamena pake koteka?"
Pace Wamena : "Iya betul.."
Mas Jawa: "Trus ambil kotekanya dari mana?"
Pace Wamena: "Kami kalu ambil koteka tu jauh skali... naik turun gunung..."
Mas Jawa: "Wah.. jauh skali". langsung Mas Jawa bilang, "Kalu pake daun pisang?"
Pace Wamena: "Ko kira ini lontong ka?"

mob(crita lucu dari papua) 2

Cucu Patah Tete Pu Burung

Category: Cerita Mop dan Mob Papua

Ada tete en da pu cucu. Satu kali ni, tete da mandi sama-sama dengan de pu cucu.

Pas mandi, cucu lihat tete pu burung. Jadi cucu tanya ke tete,

"Tete itu apa ka?"
Tete jawab, "O...itu tete pu burung..."

Pas mau tidur siang, cucu bilang sama de pu tete...

"Tete sa maen dengan tete pu burung ka?" Tete da tidak mau. Tapi karna cucu da menangis en cucu ni pling dapat sayang dari tete, akhirnya, tete da setuju. Jadi, cucu da maen tete pu burung. Karena keenakan tete TUMPAH. Tapi, tiba-tiba tete pingsang. Jadi, dong bawa tete ke rumah sakit.

Sampe di RS, dokter tanya ke cucu, �Cucu,bikin apa tete ka?"

Cucu jawab, �Ai, sa tidak tau... sa main dengan tete pu burung tapi tete pu burung muntah jadi SA PATAH BURUNG PU LEHER..."

Cium Tanah

Category: Cerita Mop dan Mob Papua

Ketika pertama kali pesawat lion air mendarat di Fak2, orang-orang di airport semua binggung, karena dong lihat eh pace-pace turun dari pesawat, pada cium tanah, dan sembah sujud berkali,dong samua binggung,

terus ada yang bilang oh mungkin dorang su lama tara pulang di tanah air sampai dong harus cium tanah.

Eh tau-tau dong cium tanah, karena hampir saja donk mati diatas karena kerusakan mesin pesawat, akhirnya orang-orang semua geleng kepala.

mob(crita lucu dari papua)

Beli sinyal 2
Pada suatu hari, pace Obed de turun ke kota di Wamena, pace de ada mau beli hape. sesampainya pace di sana pace langsung ke konter hape,

Obed : "Mbak ada hape kha?"
Penjual : "Iya ada. Bapak mau beli yang merek apa?"
Obed : "Sa mau yang pas di kasih nyala ada bunyi "teteneng, teteneneng, neng" ( dengan menirukan nada nokia)
Penjual : "Oh, nokia pak!"
Obed : "Yo! itu sudah!"
Penjual :"Kartu bapak?"
Obed : "Ya makanya sa juga mau beli itu juga!"
Setelah transaksi selesai, pace obed langsung naik gunung ke de pu desa. Tetapi, esoknya pace datang lagi,
Obed : "Mbak! ni de pu hape kenapa pas sa coba teleon bunyinya tiittiit... putus sa coba lagi, putus lagi, ni bagaimana Mbak?"
Penjual : "O, mungkin gak ada sinyal, bapak rumahnya dimana?"
Obed : "Di gunung sana!"
Penjual : "O pantas, disana gak ada sinyal!"
Obed : "Kalo begitu sa beli sinyal 2!"

Tete Manis Sedang Telepon

Category: Cerita Mop dan Mob Papua

Satu kali tete satu de main de pu cucu pu HP, maklum waktu dulu tete dong trada HP jadi tete de udik skali.

Pas ada asik tindis-tindis tombol hp begini, tra sengaja tete tekan tombol "panggilan"(call) begini ta dengar bunyi nada sambung dan selanjutnya terdengar :

Suara : "KANTOR POLISI SELAMAT SIANG, DENGAN SIAPA INI ?"

Tete de kaget tra bae dan langsung gugup kha ini, trus Tete jawab : "INI DENGAN TETE MANIS....SA CUMA MO CEK KAM SAJA, KAM BAIK-BAIK TO......",langsung TETE tutup HP.


Paitua deng Maitua Bakalai

Category: Cerita Mop dan Mob Papua

Ada pace deng mace dong dua bakalai, trus pace de mo kas tinggal de pu maitua jadi pace de jalan keluar rumah.

Mace : "Bapa baru anak-anak"
Pace : "Ko ambil sudah",
Mace bilang : "Bapa baru rumah, motor, barang-barang ni...."
Pace jawab : "Ko ambil sudah."
Mace de cari akal, begini mace angkat Rok trus Mace bilang : "Bapa baru ini ni....."
Langsung pace ko jawab : "Mama sa kedepan beli rokok dulu, nanti sa bale....."

Ilustrasi rohani

DOA
Pada suatu pagi,seorang pemilik perkebunan ingin berolah raga sambil memeriksa kebun kelapanya.Dia menuju perkebunan sambil joging sampai jauh dari rumahnya. Dalam keadaan lelah dan haus,terbayanglah betapa nikmatnya minum air kelapa muda. tetapi,untuk mendapatkannya kelapa muda itu tentu harus ada yang memenjat pohon dan memetiknya.untuk mengundang pembantunya di rumah,cukup jauh,kalau minta bantuan orang yang lewat dijalan sekitar perkebunan itu,harus memberi upah,sayang rasanya memberi upah/1 butir kelapa,karena itu dia mencoba memenjat pohon kelapa itu sendiri padahal dia belum perna mengeluarkannya.
Begitu dia sampai diatas, dipetiknya sebuah kelapa dan dan dijatuhkan ketanah. Buuk!! begitu ia mengamati tempat jatuhnya kelapa muda itu hatinya berdeisr katakutan . kelapa muda itu pecah,ternyata ia telah memanjat pohon yang begitu tinggi.,kalo dia jatuh tentu sama dengan kelapa muda itu, pecah kepalanya. ia pun ingat Tuhan dan ia berdoa
"Tuhan, jika Enkau menolong saya agar saya selamat sampai dia bawah , saya akan memper sembahkan seekor kerbau untuk gereja Tuhan"
dia berhasil turun sampai lima tapak lebih,hatinya mulai bimbang. kerbau,kerbau,kerbau,akh!! besar juga uangnya,pikirnya.berdoa lagi dia
"Tuhan hamba keliru tadi yang hamba maksud bukan kerbau, Tuhan,tapi kambing"
turun lagi dia sampai tinggal 1 meter dari tanah? akh!! kambing? Kenapa bodah aku ini ; suadah berjanji kepada Tuhan.huhh!!
akhirnya peilik kebun tersebut menjahtuhkan dirinya tidak lebih dari 1 meter tiu.gedebuk!!!!
"Aduh Thuan, hamba_Mu tidak selamat sampai di tanah,hamba jatuh,jadi naZar hamba batal jaga,'kan?
Dasar manusia pelit; dia telah melupakan Tuhan yang menolongnya
"Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka" maZmur 106:21

Dongeng dari papua

Kasuari dan Dara Mahkota

Dongeng dari Papua

Download Kasuari dan Dara Mahkota

Dahulu kala burung kasuari tidak seperti yang kita kenal saat ini. Dia memiliki sayap yang lebar dan kuat sehingga ia bisa mencari makan di atas pohon yang tinggi tapi juga bisa dengan mudah mencari makan di atas tanah. Kelebihannya ini membuat Kasuari menjadi burung yang sombong. Dia sering berbuat curang saat berebut makanan dan tidak peduli jika teman-temannya yang lain kelaparan gara-gara dia. Sayapnya yang lebar biasa dia gunakan untuk menyembunyikan buah-buahan ranum di atas pohon, sehingga burung-burung lainnya tidak bisa melihatnya. Atau dengan sengaja dia menjatuhkan buah-buahan ranum itu ke tanah sehingga Cuma ia sendiri yang bisa menikmatinya. “Biar saja!” pikirnya, “Salah sendiri kenapa mereka punya sayap yang pendek dan badan yang kecil. Siapa cepat dia yang dapat.”

Tentu saja kesombongannya tidak disukai burung-burung lainnya. Mereka menganggap Kasuari sudah keterlaluan dan keangkuhannya harus segera dihentikan. Akhirnya para burung berkumpul untuk membahas masalah ini. Setelah berbagai cara diajukan akhirnya mereka sepakat untuk mengadakan perlombaan terbang. Namun ternyata sulit menemukan lawan yang sebanding dengan Kasuari. Tiba-tiba burung Dara Mahkota mengajukan diri untuk bertanding terbang dengan Kasuari. Meskipun banyak yang meragukan kemampuannya karena Dara Mahkota hanyalah burung kecil, tapi Dara Mahkota meyakinkan mereka bahwa dia mampu.

Mereka lalu mengirimkan tantangan tersebut kepada Kasuari. Kasuari yang sangat yakin dengan kemampuannya langsung menyanggupi tantangan tersebut tanpa repot-repot bertanya siapa lawannya.
“Pertandingannya akan diadakan minggu depan dan akan disaksikan semua warga burung!” kata burung pipit. “Yang bisa terbang paling jauh dan lama yang menang.”
“Ya ampun…kalo begitu pasti aku yang menang. Di hutan ini tidak ada yang memiliki sayap selebar dan sekuat punyaku. Jadi pasti aku yang menang,” kata Kasuari pongah. “Tapi baiklah aku terima tantangannya, lumayan buat olahrga!”
Burung pipit sebal mendengar jawaban Kasuari, tapi dia tahan emosinya. “Tapi ada ketentuannya. Sebelum bertanding, peserta boleh saling mematahkan sayap lawannya,” kata pipit. Kasuari pun menyetujuinya tanpa ragu-ragu.

Seminggu kemudian, warga burung berkumpul untuk meyaksikan pertandingan terbang tersebut. Meski tidak terlalu yakin, mereka semua berharap Dara Mahkota akan memenangkan pertandingan tersebut. Diam-diam Dara Mahkota menyisipkan sebilah ranting di balik sayapnya. Kasuari yang baru mengetahui lawannya tertawa terbahak-bahak, “ini lawanku?” katanya sambil tertawa, “mimpi kali kamu ye…? Hei…burung kecil, sayapmu pendek mana bisa menang melawanku!”. Burng-burung kecil lainnya sebal menyaksikan tingkah Kasuari sementara Dara Mahkota hanya tersenyum menanggapinya.

Kini mereka siap bertanding. Kasuari maju untuk mematahkan sayap Dara Mahkota. KREK! Terdengar bunyi sayap patah. Dara Mahkota pura-pura menjerit kesakitan. Padahal sebenarnya bunyi tadi berasal dari ranting kering di bawah sayap Dara Mahkota yang patah. Kini giliran Dara Mahkota yang akan mematahkan sayap Kasuari. Dengan sekuat tenaga dia menekuk sayap Kasuari hingga terdengar bunyi KREKK yang keras. Kasuari menjerit kesakitan. Sayap Kasuari yang patah tergantung lemas. Tapi Kasuari yang sombong tetap yakin dirinya akan menang.

Sekarang mereka sudah siap untuk bertanding. Ketika aba-aba dibunyikan, Dara Mahkota dengan ringan melesat ke udara. Sayapnya mengepak dengan mudah membawa tubuhnya yang mungil terbang ke angkasa. Kasuari terkejut dan heran karena tadi dia mengira sayap Dara Mahkota telah patah. Dengan panik dia mencoba mengepakan sayapnya dan mencoba mengangkat tubuhnya ke atas. Tapi bukannya terbang tinggi, tubuhnya malah meluncur ke bawah dan jatuh berdebum di tanah. Semua burung bersorak senang sementara Kasuari terkulai lemas. Dengan perasaan malu dia meninggalkan tempat itu. Sejak saat itu Kasuari tidak pernah bisa terbang. Sayapnya yang dulu lebar dan kuat kini memendek karena sudah patah. Kini meski dia disebut burung namun dia hanya bisa berjalan dan mencari makan di tanah seperti binatang lain yang tidak memiliki sayap.

Selesai





sms lucu

Kumpulan SMS Jadul

Posted by: StandAlone on: 15 Mei 2007

Saat sedang memberesi imel di Yahoo, sempat menemukan sebuah imel yang berisikan kumpulan SMS gokil abis. Bisa buat bercandaan dengan teman-teman semua. Maaf kalau ada beberapa yang untuk konsumsi dewasa, dan beberapa memiliki kesamaan nama dengan kenyataan. SMS berikut hanyalah sekedar bercanda saja, bukan bahan politik atau mencaci maki seseorang. Berikut adalah SMS nya:

Kangen banget ama lo

Gue kangen bgt ama lu, tiap pulang ke rumah inget lu, tanpa lu hidup gue berantakan. Please, balik ama gue. Gue mohon karena gue bener2 butuh seorang PEMBANTU

Diciptakan berpasangan

Manusia diciptakan Tuhan berpasangan,ada pria ada wanita,ada cakep ada yg jelek.Yang cakep kirim sms yg jelek baca sms.Kita harus tabah menerimanya

Trayek Bus

Trayek Bus:
Lebak Bulus=Lepas Bajuku Baru Dielus
Senayan=Sekali Kena Langsung Doyan
Ciputat=Cium Pusar Sampai Pantat
Blok M=Belum Oke Kok Muncrat


Malam ini indah sekali

Ada WTS lg nongkrong, kemudian ia berkata kpd temannya:”Mlm ini indah skl, saya mencium bnyk aroma PEN** diudara” “Maaf saya brsn bersendawa” kata temannya.

Saya tidak bisa yang Mulia

HAKIM bertanya pd KORBAN perkosaan,”Knp tdk kamu gigit PEN** terdakwa ketika DIA memaksamu melakukan ORAL sex?” Korban,”Saya tdk bisa yg Mulia, saya VEGETARIAN”

Saat dipegang makin tegang

Waktu dilihat bikin hati deg2an, saat dipegang jadinya makin tegang, habis pegang dikocok makin menegang, akhirnya keluar! Wow! Puas Rasanya! Karena dpt ARISAN!

Jangan kawin dengan…

Jgn KAWIN ama orang TELKOM, tiap 3 menit putus. Apalagi ama DOKTER GIGI abis digoyang langsung dicabut. Mendingan ama GURU, kurang jelas di ulang sampe PUAS

Sampaikan pesan ini

Sampaikanlah pesan ini kpd 9 orang teman yg kamu anggap goblok: Tenanglah, saya juga barusan menerima pesan ini

Kenapa orang ini masuk neraka?

Saya berdoa “Tuhan, kenapa orang ini masuk neraka? Bukankah dulu dia rajin baca Kitab Suci?” Jawab Tuhan “Kata siapa? Tuh liat, rajinnya baca SMS aja”

Kenapa muka kita buruk Mak

Kata anak MONYET: Mak, kenapa muka kita kok buruk ya? Mak MONYET menjawab: Bersyukurlah nak, muka kita tidak seburuk yang baca SMS ini

Dia sadar

Waktu denger bunyi “TIT-TIT-TIT” Si Jelek langsung baca SMS NYA, selang beberapa detik dia sadar “SIALAN SI CAKEP LAGI NGERJAIN GUE

Understand

“UNDERSTAND” artinya Mengerti. UNDER artinya Di bawah, STAND artinya Berdiri. Jadi kalo yg di bawah udah “Berdiri”, maka kamu pasti sudah “Mengerti

Buah semangka buah duren

Buah semangka buah duren, Engga nyangka gue keren. Buah semangka buah manggis, engga nyangka gue manis, Ada gula ada semut, gila gue imut!

Burung pipit makan kedondong

Istri yg sopan kalau minta duit:burung pipit makan kedondong,minta duit dong!Suami menjawab:burung pipit makan kedondong,burungku dijepit dulu donk!

5 presiden kita (lagi)

Soekarno suka perempuan, Suharto takut perempuan, Habibie kaya perempuan, A. Wahid ngga tahu perempuan, Megawati emang perempuan

Pesan nenek

Pesan nenek : jangan kawin dengan Dr. gigi, susah punya anak, krm mrk punya prinsip :
GOYANG DIKIT DICABUT & KETEMU LOBANG DITUTUP

5 Presiden kita

Soekarno bnyk anak, Soeharto sayang anak, Habibie spt anak-anak, Gus Dur dituntun anak, Megawati spt mau beranak

Aku beranikan diri tuk ungkapkan

Waktu mau SMS kamu,hatiku jadi deg2an.akhirnya aku beranikan diri tuk ungkapkan,bahwa selama ini,aku sayang bgt ama PULSAKU

Bila tidak tahan, datanglah padaku

Bila tidak tahan, datanglah padaku, lepas celana dlmmu, duduk diatasku, rasakan & nikmatilah sepuas2nya. Dr yg amat menyintaimu –Toilet-

Kalau ada yang bilang

Kl ada yg bilang lu jelek,sabar aja.Kl ada yg blg Lu bego,Cuekin aja.Kl ada yg blg lu dungu,Cool aja.Tp kl ada yg blg lu cakep, Tampar aja krn itu FITNAH!

Kalau kamu MARAH

Kalau kamu MARAH
keluarkan AMARAHmu
Kalau kamu sedih
keluarkan TANGISANmu
TAPI INGAT!
Kalau kamu MALU
jangan keluarkan KEMALUANmu

Penis Pria ditentukan jenis kartu HPnya

Penis Pria ditentukan jenis kartu HPnya…
XL = Xtra Large
SIMPATI = Setengah Imut tapi Memuaskan PAsangan TIdur
MENTARI = MENengah TApi Rajin ereksI

Woman has 6 Rooms

DO U KNOW?
Woman has 6 Rooms:
Face is SHOWROOM
Breast are PLAYROOM
Tummy is STOREROOM
Vag**a is MEN”S ROOM
Anus is EMERGENCY ROOM
Mouth is KARAOKE ROOM

Stone, tree, and monkey

I asked the lord for a stone,He gave me a diamond.I asked a tree,He gave me a forest.I ask him a monkey..OH GOD He gave me your number!

Desahan

4 Type desahan sex wanita: 1.Type Romantis, ooh aah ooh. 2.Type Plin Plan: ooh yes ooh no. 3.Type Religius, oh God yes. 4.Type Maniac, lu cabut gue gampar

Press down if u

Press down if u
miss me…
Aduhh Ge Er niCh!
UdaH dongG!
mAsih mCenceT?
Kangen Bgt yAh
aMa aKu?
Aku Emang
NgangeNin Sih :) )

Angels live in heaven

When I was a kid, my mom told me that angels live in heaven. Now I know that it is not true. Bcoz if angels live in heaven, WHY AM I HERE ON EARTH?

Tiap malam kau gerayangi aku

Tiap malam kau gerayangi aku dengan bibirmu, kau hisap puas tubuhku, kau berikan eranganmu ditelingaku & setelah puas kau tinggalkan aku. Dasar nyamuk sialan!

Elo seperti Monyet

Gue seneng ama sifat2 elo, seperti Menyayangi, Optimis, Nekat, Yakin, Elastis, & Tekun. Jadi kalo disingkat, elo seperti M.O.N.Y.E.T

Apa Gelar Anda?

Apa Gelar Anda? SE=Susah Ereksi, MBA=Mimpi Basah Aja, SH=Senang diHisap, LLM=Lagi Lagi Muncrat, Drg=Diatas Rajin Goyang, IR=Isapannya Ruuaarrbiasa

Pilih yang mana

Pilih yang mana. A.Tlp balik jika aku cute, B.Kirim sms jika aku baik & funky, C.Miskol jika aku cakep, D.Jangan lakukan apapun jika semua jawaban itu benar.

Tangan, hati, dan kaki

Hanya tangan yg terbuka yg bisa menerima harta, hanya hati yg terbuka yg bisa menerima cinta, dan hanya kaki yg terbuka yg bisa merasakan kenikmatan

Bercinta sampai ke puncak

Jika anda bercinta tidak pernah mencapai puncak. Ikuti Saran berikut:
Usahakan jangan bercinta pada hari libur, karena jalur Puncak MACET BOK

3 words

Feeling lonely?
Feeling sad?
Loosing hope?
No true friend to talk to?
Hope 3 words would light up yr heart:
KASSIAAAN DE LOE

Teori Darwin

Sebenernya gue nggak percaya dg Teorinya Darwin yang mengatakan bahwa manusia itu berasal dari monyet. Tapi setelah gue melihat muka elo, gue baru percaya.

Tipe cowok dilihat dari mobilnya

Tipe cowok dr mobilnya.KIJANG:Kecil Item tapi panJANG.KUDA:KUlumannya Dahsyat.SOLUNA:SOdokannya LUmayan Nancap.KARIMUN:KAlo RIbut tandanya MUNcrat

Man are Funny

Man are Funny, Understanding, Cute, Kind, Intelligent, Naughty, Great, Sweet, Honest, Independent n’ Thruthful. In short word they are F.U.C.K.I.N.G. S.H.I.T

Pengalaman adalah guru yang baik

Pengalaman adalah guru yang baik. Tapi guru yang baik belum tentu berpengalaman.

Elo tega ke gue

gue percaya ama loe karena loe temen gue. Tapi kenapa loe kayak gitu ke gue. Gue gak percaya loe tega kayak gini ke gue. Kenapa loe tega ngomongin gue dibelakang. Gue gak abis pikir kenapa loe promosiin kalo gue itu keren

Survey membuktikan

Survey membuktikan bhw perempuan lebih kuat dr laki2. Perempuan membawa 2 gunung, sedangkan laki2 hanya membawa 2 kelereng, itu aja masih dibantuin burung

If you think sex is funny

Sex is good. Sex is funny. Many people fuck for money. But, if you think sex is funny, Fuck yourself and safe your money

Jinak-jinak burung merpati

Jinak-jinak burung merpati, lebih jinak burung sendiri. Burung merpati dikerjar lari, burung sendiri dipegang BERDIRI

I”ll get married next week

I”ll get married next week. There will be a small celebration & limited guest will be invited. Please don”t bring any gift, just bring me a right woman to marry

When things go wrong

When things go wrong & when sadness fill your hearts & when tears flow in your eyes, just let me know, because I want to be there for you. I”m selling tissue

Engkau sungguh dinamis

Engkau sungguh dinamis, Rambutmu kayak Selebritis, Sifatmu romantis, Gayamu erotis, Pakaianmu necis, tapi sayang wajahmu kayak TELETUBBIES

Tanpa mengurangi rasa hormat

Tanpa mengurangi rasa hormat, kami sangat berterimakasih bila ucapan Natal & Tahun Baru tidak berupa kartu atau SMS, tapi UANG TUNAI

What”s wrong with your HP?

What”s wrong with your HP? I tried calling many times! Everytime I dial your number, the Operator kept saying “The person you are calling is HAVING SEX. Please try later!”

What do you usually say after sex?

What do you usually say after sex?
I LUV U? wrong!
THAT WAS GREAT? Wrong again!
I LUV IT? wrong!
Answer:
TISSUE,TISSUE.. QUICK

5 kelebihan ASI

5 kelebihan ASI dibanding dengan susu kaleng: Mudah dibawa, Instan (cepat saji), Tidak cepat basi, Tidak mudah dijangkau kucing, Dikemas dlm kemasan yg menarik

Peringatan FBI

FBI mengingatkan akan adanya teror susulan nanti mlm yaitu pesawat tumpul tanpa sayap yg akan menabrakkan ke WTC ( WANITA TANPA CELANA )

When cloud getting dark

When Cloud getting dark, When Wind blow hard, I remember you in my heart, No one like you can count on, please ANGKAT JEMURAN DONK

Sudah sejak lama aku memperhatikanmu

Sudah sejak lama aku memperhatikanmu, mencuri pandang hanya untuk melihatmu, ku tak tahu apa yg harus kukatakan kepadamu agar kau mengerti ada UPIL di hidungmu.

Anda nasabah Bank mana?

Anda nasabah Bank mana?
BII: Berselingkuh Itu Indah
BCA: Berselingkuh Cari Aman
MANDIRI: senangnya MAiN berDIRI
NIAGA: NIkmatnya mAin bertIGA

pemerintah menolak merger 4 bank

pemerintah menolak merger 4 bank swasta:bank panin,bank tata,bank bukopin, dan bank mega, karena kalau digabung nanti namanya jadi Bank Pan-Tat-Bu-Mega

Cowo Amerika kalo malam

Cowo Amerika kalo malam habis tidur bareng, paginya bilang “Morning sweet heart”. Cowo Prancis “Are U satisfied?” Kalo cowo Melayu JANGAN BILANG SIAPA2 YA!

Taufik Kiemas akan ditangkap

Taufik Kiemas akan ditangkap Polda Metro Jaya hari ini, krn tlh t’bukti slama ini dg sengaja menekan & menggoyang Persiden RI yg sah

Perampok

Seorang lelaki merampok rumah seorang janda dan mengancam : pilih TAMAT atau NIKMAT ! Sehabis melakukan …….. si rampok lemas sijanda balik mengancam pilih PULANG atau ULANG!